Jalan Surga

Dalam menempuh hidup, setiap manusia melakoni beberapa dimensi yang berbeda-beda. Beberapa dari dimensi tersebut bukanlah pilihannya, atau biasa disebut takdir. Contohnya suku, keluarga kandung, dsb. Akan tetapi sebagian besarnya merupakan dimensi yang lahir dari pilihan. Misalnya seorang pelajar tentu dapat memilih di mana ia belajar. Manusia haruslah berhati-hati dalam menentukan dimensi mana yang akan dia…

Manusia Multi-dimensional

Dalam hidupnya, manusia senantiasa menjadi makhluk dimensional. Seorang pelajar, tentu juga merupakan seorang anak, seorang sahabat, seorang murid, dan sebagainya. Hal ini disebabkan oleh karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri. Leon Duguit (1859-1928) menekankan solidaritas sosial sebagai dorongan dasar hidup bersama (social solidarity). Ia menjelaskan bahwa dorongan solidaritas timbul karena ketergantungan…

Yang Berharga: Catatan Seorang Saintis

Suatu hari saya sedang berbincang dengan seorang mahasiswa S1 fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam pada perguruan tinggi terbesar di Indonesia. Seorang calon saintis. Pembicaraan kami berkisar tentang saintis-saintis dunia karena saya kebetulan alumni dari fakultas yang sama. Ketika itu dibahas tentang pola pikir saintis dunia barat yang kebanyakan menyepelekan soal Tuhan dan menuhankan otak…

Kerangka Berpikir Liberal, Humanis, dan Pluralis

Manusia berpikir menggunakan semacam mainframe (atau meminjam istilah worldview) yang melandasi cara pandang orang tersebut terhadap SEGALA sesuatu Di barat, gagalnya religion terhadap science dan ilmu2 postmodern menciptakan worldview atheisme (penolakan terhadap Tuhan). Yang tidak setuju akhirnya “menciptakan” Tuhan dari konsep. Bukan dari teologi religion. Contohnya Friedrich Wilhelm Nietzsche (1844-1900)¬†yang “menciptakan” Tuhan versi : Tuhan…